Arsip Semua Tulisan

Pay It Forward

Ada yang pernah nonton film "Pay It Forward"? Film yang terinspirasi dari Buku dengan judul yang sama karangan Chaterine Ryan Hyde ini berkisah tentang seorang anak bernama Trevor McKinney yang mempunyai gagasan tentang konsep "Pay it Forward" yaitu membayar perbuatan baik dengan cara meneruskan berbuat baik ke orang lain, bukan membayar kembali langsung pada sang pelaku kebaikan. Menurut Trevor, kalau 1 orang berbuat baik padanya, minimal dia meneruskan kebaikan tersebut kepada 3 orang, dan masing masing orang harus meneruskan kepada 3 orang lain lagi dan demikian seterusnya sehingga akan ada banyak sekali kebaikan di dunia ini :) Keren ya, cita-citanya, walaupun cuma film saya punya cita cita yang sama dengan Trevor..

Konsep tersebut hampir sama dengan konsep karma, bahwa setiap perbuatan, entah itu baik atau jahat akan ada balasannya tidak selalu langsung dari orang uang dibaiki/ dijahati, tetapi bisa dari orang lain.

Sampai saat ini saya memegang kuat prinsip tersebut.

Dan Alhamdulillah saya dan suami diberi kesempatan untuk Pay It Forward, bukan bermaksud menyombongkan diri ataupun riya', tulisan ini dibuat untuk memotivasi dan menularkan kebaikan kepada para pembacanya (termasuk salah satu upaya Pay It Forward)

Pada saat suami saya EBTANAS SMA, Bapak Mertua terkena stroke, Bapak yang saat itu masih aktif sebagai Kepala Sekolah SD harus pensiun, kondisi tersebut tidak membuat suami saya menyerah dengan cita-citanya untuk kuliah.

Dengan keterbatasan biaya, suami harus rajin cari pendanaan dengan menjadi guru les siswa SMA dan mencari beasiswa, dalam satu semester suami saya bisa mendapatkan 3 beasiswa yang berbeda, Alhamdulillah cukup untuk bertahan kuliah dan bertahan hidup di perantauan sebagai anak kos. Salah satu penyedia beasiswa tersebut adalah Dompet Dhuafa, jumlah yang diberikan oleh Domet Dhuafa adalah 100rb/bulan, berjalan selama 3 semester. Alhamdulillah suami lulus pada tahun 2004 dan langsung bekerja.

Setelah bekerja suami saya harus membiaya biaya kuliah 3 orang adeknya, saat kami menikah tahun 2007 suami masih memegang amanah mengkuliahkan adeknya, dan baru selesai menjalankan amanah tersebu pada Tahun 2010 pada saat anak kami berusia 2 tahun.

Inti ceritanya bukan tentang suami saya mengkuliahkan adek-adeknya, tetapi justru kejadian setelah itu. Setelah beban finansial kami berkurang karena adek-adek sudah lulus, dan usaha Persewaan Mainan yang kami rintis cukup mapan, maka kami mulai bisa menata kondisi keuangan kami. Pada saat itulah saya mengusulkan kepada suami untuk "Meneruskan Kebaikan" yang dulu beliau terima dari Dhompet Dhuafa, dengan cara menjadi donatur Dompet Dhuafa, supaya mahasiswa lain yang mengalami kesulitan seperti suami saya dahulu, bisa mendapatkan bantuan sama seperti yang didapat suami saya dulu.. Bismillah jadilah kami donatur Domper Dhuafa mulai tahun 2013, jumlahnya belum banyak, sama seperti jumlah bulanan yang diterima suami saya dulu, teriring niat, insyaAlloh setiap tahun akan memperbanyak jumlahnya..

Semoga bisa bermanfaat bagi penerimanya, dan bisa meneruskan kebaikan kepada para penerus kebaikan yang lain

Amin Amin Amin Ya Robbal'alamin

 

Trevor menggambarkan idenya tentang meneruskan kebaikan

gambar diambil dari http://www.teachwithmovies.org/

 

Add comment


Security code
Refresh

Written by Herwina Dian